Lomba Berbatik Blog

 
Modis dengan Kerudung Batik Aksara Jawa (Ketik Saja) untuk Jilbabers  dan Melestarikan Batik juga Aksara Jawa
Indonesia merupakan negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Berdasarkan sensus penduduk tahun 2010 jumlah penduduk muslim di Indonesia sebesar 207 176 162  jiwa yang terdiri dari 104 195 783 laki-laki dan 102 980 379 perempuan. Tingginya jumlah penduduk muslim di Indonesia telah mempengaruhi kultur masyarakat dalam penggunaan kerudung. Menurut ajaran Islam, seorang wanita muslim diwajibkan untuk menutupi aurat rambut. Kerudung dalam bahasa arab khimar merupakan kain penutup aurat (rambut) yang menjulur sampai dada atau  menutupi dada. Penggunaan kerudung disayriatkan bagi setiap mukminat dan muslimat yang sudah akil baliq.
Besarnya jumlah pemeluk Islam di Indonesia berpengaruh pada kultur masyarakatnya, terutama pada kaum perempuan muslimah yang semakin banyak memakai kerudung. Selain sebagai alat untuk menutupi aurat rambut, penggunaan kerudung juga digunakan sebagai fashion dan media sosial. Bertambahnya penduduk muslim di dunia membuat jenis dan motif kerudung semakin beragam. Apalagi dengan zaman globalisasi ini, perkembangan fashion sangat cepat dan dapat dilihat semakin banyak motif dan cara memakai krudung yang bervariasi.
Berbeda dengan perkembangan penggunaan kerudung yang semakin meningkat, penggunaan aksara jawa mulai tergerus oleh modernisasi zaman. Masyarakat Indonesia khususnya anak muda saat ini lebih memilih mempelajari aksara luar negeri seperti Jepang dan Korea yang menurut mereka jauh lebih modern. Gejala pudarnya kemampuan dalam berbahasa Jawa ini terjadi di semua tingkat pendidikan dan sekolah, mulai dari SD, SMP, hingga SMA. Menurut Ponirin, guru Bahasa Jawa SD Negeri Jetisharjo, Kota Yogyakarta, (Kompas.com, 2009), lima tahun terakhir, nilai rata- rata untuk bahasa Jawa enam koma, sedangkan bahasa Inggris tujuh, bahkan delapan. Padahal aksara jawa merupakan warisan leluhur yang harus dilestarikan. Menurut Hans Miller H di Apa Kabar Indonesia, aksara daerah membuat kaya bahasa di Indonesia (Tv One, 8 September 2012). 
Inovasi dan kreativitas merupakan salah satu faktor penentu dalam melestarikan budaya di Indonesia. Liha saja batik di Indonesia, dahulu batik berupa kain yang digunakan untuk jarik, tetapi sekarang batik digunakan untuk baju, celana, tas, topi, bahkan sepatu. Motif batik pun semakin modern, tidak hanya terpaku pada motif yang telah ada sejak jaman dulu. Bahkan hal yang terbaru ada batik matematika dan batik kimia yang dibuat oleh pemikiran mahasiswa yaitu dengan menggambarkan lambang matematika dan kimia yang disusun sedimikian rupa sehingga menjadi batik.
Inovasi dan kreativitas memang tidak boleh mati, sehingga penulis memiliki gagasan untuk mencampurkan ketiga komponen di atas yaitu kerudung, aksara, dan batik dengan mengusulkan Kerudung Batik Aksara Jawa (Ketik Saja). Seperti namanya, Ketik Saja merupakan kerudung yang menggunakan aksara Jawa sebagai motif dalam pembuatan kerudung batik. Cara pembutan juga sama dengan pembuatan batik biasa, hanya yang membedakan motifnya yang berupa aksara Jawa. Alat dan bahan yang digunakan adalah, mesin jahit, gunting, kain kerudung, benang, cat, malam, dan canting cetak motif. Tahapannya yaitu diawali dengan persiapan bahan-bahan. Selanjutnya dilanjutkan dengan pembuatan desain dan pola Ketik Saja berupa motif aksara Jawa. Setelah itu kain kerudung dicetak dengan motif yang telah disediakan. Selanjutnya, dilakukan finishing dengan menjemur kain kerudung yang telah dicetak.
Keunggulan dan keunikan yang dimiliki oleh Ketik Saja dibandingkan dengan kerudung lainnya yaitu dari sisi desain yang menarik, bercorak khas, dan bernuansa lokal, yang dapat digunakan sebagai salah satu cara dalam memperkenalkan aksara Jawa dan inovasi batik kepada masyarakat luas. Ciri khas lain dari produk Ketik Saja adalah tulisan aksara Jawa yang tergambar dalam kerudung dapat berupa pepatah Jawa seperti paribasan, bebasan dan saloka serta sekar atau lagu Jawa. Hal tersebut bertujuan sebagai media pembelajaran dan memberi pengetahuan pada masyarakat luas terhadap pengetahuan Jawa. Oleh karena itu dengan adanya Ketik Saja dapat menjadi media untuk melestarikan batik dan aksara Jawa, memberi warna baru bentuk dari kerudung, dan memperkenalkan aksara Jawa sampai nasional bahkan Internasional karena umat muslim tersebar di seluruh negara di dunia.
Daftar Pustaka
BPS. 2010. Jenis kelamin Penduduk. http://sp2010.bps.go.id/. Diunduh tanggal 30 agustus 2012.
Elmir, Tatty, dkk. 2008. Ragam Gaya Kerudung. Jakarta: Gramedia.
Kompas.com. 2009. Motivasi Memakai Bahasa Jawa Makin Tiada
Program Pelestarian Harus Berjangka Panjang dan Disiapkan Serius. http://otomotif.kompas.com/read/2009/04/02/01330946/direktori.html. Diunduh tanggal 30 Agustus 2012.
Muharto, TS. Sam. 2008. Trampil Bahasa Jawa Kangge Kelas V SD/MI. Solo: Nataatmaja.
Uminaufal. 2011. Apa jenis kerudung favoritmu?. http://uminaufal.wordpress.com/2011/11/15/apa-jenis-kerudung-favoritmu/. Diunduh tanggal 31 Agustus 2012.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lomba Blog HUT Bank Mandiri

Lomba Blog Speedy Monitoring