Postingan

Menampilkan postingan dari 2014

Pengalaman Menggunakan Aplikasi Buku BSE

"Buku Belum Beredar, BSE Solusi Saya Mengajar"              Saya merupakan mahasiswa Pendidikan Matematika di Universitas Negeri di Yogyakarta. Sebagai seorang mahasiswa Pendidikan yang setelah lulus akan menjadi pendidik, sejak semester 1 saya sering membaca buku Pelajaran Matematika Sekolah baik SMP atau SMA sebagai referensi dalam membuat soal, mengevaluasi buku, atau menggunakan materi dalam buku untuk diterapkan saat menjadi Tentor Privat. Apalagi semenjak semester 4. Saya diharuskan untuk sering   membaca buku mata pelajaran matematika di sekolah untuk membuat RPP, LKS, dan membuat Buku Matematika   sebagai syarat untuk Praktik Mengajar di Sekolah atau PPL. Sumber buku dapat ditemukan di mana saja, termasuk media elektronik. Sebagai mahasiswa yang harus pandai mengelola dana untuk berbagai keperluan makan, administrasi, pendidikan, transportasi dan komunikasi. Tetapi tuntutan untuk menggunakan berbagai sum...

REFLEKSI FILSAFAT MATEMATIKA 2

"Membangun Dunia dengan Ada dan Mungkin Ada" Terinspirasi pada Kuliah Filsafat Pendidikan Matematika Pak Marsigit, Rabu, 29 Oktober 2014 pukul 09.00-10.40 WIB di DO1 204 Oleh : Gamarina Isti Ratnasari/11313244002/Pendidikan Matematika 2011/gamarina.blogspot.com Objek dari filsafat adalah ada dan mungkin ada. Mengeksplor dari yang ada dan mungkin ada berdasarkan sifatnya. Terdapat dua sifat dari ada dan yang mungkin ada yaitu intensif dan ekstensif. Dalam intensif ada kualitas 1, 2, 3… dst. Sedangkan dari segi ekstensif dari harga, bahan, struktur, dll. Sifat yang ada dan mungkin ada dapat dibedakan jadi tetap/permenides dan berubah/heraklitos. Contoh sesuatu yang tetap dalam diri kita adalah jumlah mata, jumlah hidung, jmlah telinga , dll. Sedangkan sesuatu yang berubah dalam diri kita adalah pikiran, berat badan, tinggi badan, dll. Sifat yang tetap berada di dalam pikiran sedangkan sifat yang berubah berada di luar pikiran. Tetap merupakan monoisme sedan...

REFLEKSI FILSAFAT MATEMATIKA

"ADA DAN MUNGKIN ADA" Terinspirasi pada Kuliah Filsafat Pendidikan Matematika oleh Pak Marsigit, tanggal 15 Otober 2014 pukul 09.00-10.40 WIB Oleh : Gamarina Isti Ratnasari/11313244002/Pendidikan Matematika 2011/ gamarina.blogspot.com 1.     Keyakinan yang mempengaruhi filsafat atau filsafat yang mempengaruhi keyakinan? Jangan sampai filsafat menggerogoti atau mengurangi kadar keyakinan. Seharusnya keyakinan yang mempengaruhi filsafat. Karena filsafat itu merupakan pola pikir.   Filsafat tergantung ruang , waktu dan spiritualnya. Spiritual yag berbeda akan menghasilkan filsafat yang berbeda. Contoh lain: jangan sampai matematikamu mengurangi kadar keyakinan mu, tetapi harus sebaliknya. 2.     Di mana letak tidak ada dalam filsafat? Dalam filsafat tidak ada adalah ada, tidak ada menjadi penyebab ada yang lain hanya berbeda ruang dan waktu. Contoh : Terdapat undangan Arisan, tidak jadi datang ke Arisan karena harus pergi ke pas...
Gambar
Ayooo sekarang inovasi rasa baru Peda dan Manis   Belut Pepaya Krispi Rasa Manis Belut Pepaya Krispi Rasa Pedas Ayo semua segera pesan Hub 085729890797 atau di email : belutpepayakrispi@gmail.com

Semen Rumahku Ya Semen Indonesia (Lomba Karya Tulis Kategori Mahasiswa)

Gambar
Semen Rumahku Ya Semen Indonesia     Semen merupakan bahan pokok suatu bangunan.   Semen terbuat dari   batu kapur dan bauxite. Kebutuhan semen di Indonesia cukup besar yaitu 223 kg/kapita sedangkan bila di posisi dunia Indonesia merupakan negara keenam yang memiliki permintaan tinggi terhadap semen atau lebih rendah dibandingkan dengan China dan Singapura yang menduduki posisi pertama dan kedua. Salah satu industri semen yang terbaik di Indonesia adalah PT Semen Indonesia (Persero) Tbk.   PT Semen Indonsia (SMGR) terdiri dari empat   PT semen besar lainnya yaitu PT Semen Gresik pada tahun 1957, PT Semen Padang dan PT Semen Tonasa pada tahun 1995 dan yang terbaru pada tahun 2012 Thang Long Cement Vietnam. Dalam hal kepemilikan PT Semen Indonesia tidak dikuasai hanya pemerintah tetapi melibatkan masyarakat Publik sebesar   48,99%   sedangkan pemerintah hanya 51,01%. Hal tersebut menggambarkan PT Semen Indonesia tetap mengedepankan Sist...