ESP Assignment 2



Masalah Sebelum Prosedur: Sistem Persamaan
  
     Aljabar sekarang menjadi momok bagi siswa menurut Kasi C Allen, mempelajari aljabar memberi tekanan tersendiri bagi siswa.  Oleh karena itu Kasi C Allen menemkan cara dalam pembelajaran aljabar agar dapat dimengerti siswa. Pemberian masalah menarik kepada siswa dapat membuat siswa menemukaan ide dalam menyelesaikan masalah matematika dan merepresentasikan simbol matematika. Penyelesaian masalah matematika dapat mendorong siswa dalam memiliki pemikiran yang kuat tentang matematika. Materi dalam artikel adalah sistem persamaan linier dalam mengilustrasikan strategi pembelajaran dalam kelas:
     A.  Menafsirkan Terlebih Dahulu Pengetahuan: Masalah Misteri  Angka
Siswa membangun pengetahuan terlebih dahulu tentang sistem persamaan agar mudah dalam memulai untuk mempelajari aljabar.  Siswa pada dasarnya sudah memiliki pengetahuan dan pengalaman tentang persamaan dua variabel. Hal tersebut  membantu siswa dalam memahami dan  menemukan cara sendiri dan membangun konsep dan merelevansikan pengetahuan yang telah dimiliki ke materi baru. Banyak buku memulai materi dengan menggunakan simbol, tetapi  berbeda dengan Kasi C. Allen beliau menggunakan masalah misteri angka dalam memahami dan mempelajari sistem persamaan linier. Berikut contoh soal misteri angka:

" Saya memikirkan dua angka. Jumlah dari kedua angka tersebut adalah 35, sedangkan sellisihnya 13. Sebutkan kedua angka yang dimaksudkan?"

Sebagai seorang guru, Kasi C. Allen merekomendasikan menggunkan strategi "think spare" dalam menyelesaikan masalah di atas yaitu siswa diberikan masalah dan mengerjakan sendiri dengan idenya kemudian siswa berpasangan saling menyampaikan solusi masing-masing untuk didiskusikan untuk mendapatkan solusi setelah terjadi kesepaakatan antar teman sepasang, salah satu angota pasangan bertukar dengan pasangan kelompok lain untuk mendiskusikan hasil diskusi kelompok  tempat asal ke pasangan lain.  Setelah itu ada salah satu  kelompok yang mepresentasikan hasil diskusi  di depan kelas. Dengan strategi tersebut akan dimungkinkan berbagai alternatif jawaban dalam menemukan solusi masalah yang diberikan. Sedangkan di sini tugas guru adalah memfasilitasi siswa dengan menyediakan media presentasi seperti kertas poster, papan tulis dan media lain.
Tidak peduli siswa memiliki pengalaman atau tidak dalam menyelesaikan sistem persamaan linier, mereka dapat menyelesaikan masalah tersebut tanpa merepresentasikan soal dalam simbol sebelumnya. Dalam menyelesaikan masalah di atas harapannya siswa akan  mencoba beberapa angka, membandingkan kedua angka untuk didapatkan dua angka yang sesuai sebagai solusi dari masalah di atas. Agar tersusun secara sistematis, siswa dapat menggunkan tabel dalam menafsirkan kedua angka tersebut.
  
 Dengan tabel tersebut diharapkan siswa dapat menemukan relasi antara angka pertama dan angka kedua dan menggunakan tabel tersebut dalam merepresentasikan soal ke dalam variabel atau model matematika. Tentu saja guru dapat memberikan pancingan agar siswa merepresentasikan soal ke dalam variabel atau model matematika seperti memberikan pertanyaan bagaimana bila menggunakan variabel dalam menyelesaikan soal setelah itu. Masih dalam strategi "think spare" siswa yang telah menemukan caranya dapat menjelaskan strategi yang digunakan selama menemukan solusinya dan masing-masing siswa paham  setiap prosedur atau algoritma yang digunakan dalam menemukan solusinya. Setelah kegiatan tersebut selesai ada baiknya guru mengecek apakah siswa paham atau sekedar mengingat yaitu dapat menggunakan soal yang hampir mirip dengan soal sebelumnya tetapi berbeda.
    B. Membangkitkan Ide Matematika Siswa
Tujuan utama memberikan masalah sebelum memberikan prosedur cara mengerjakan dapat membantu siswa dalam membangkitkan ide matematikanya dari pada guru hanya menceritakan siswa cara mengerjakannya. Soal di atas setelah direpresentasikan ke dalam variable x dan y  dapat diselesaikan menggunakan pengetahuan matematikanya untuk menemukan nilai x dan y-nya. Dalam menemukan nilai x dan y nya siswa dapat berdiskusi secara berpasangan  dan sebelum melaporkan hasil diskusi guru dapat mebagi siswa menjadi dua yaitu setengah dari siswa mengejakan dengan metode grafik dan setengah yang lain dengan pendekatan aljabar. Tentunya guru dapat memancing ide matematika kedua bagian siswa dengan pertanyaan-pertanyaan yang membangun ide matematianya kemudian tidak lupa setelah selesai berdiskusi siswa mempublikasikan hasil diskusinya di depan kelas.
       C. Arahkan Siswa Dalam Membangun Pemahaman
Ketika siswa merasakan kekuatan dalam menemukan ide matematikanya sendiri dan dapat menyelesaikan masalah lainnya akan menimbulkan motivasi siswa untuk mempelajari lebih matematika. Selain itu dengan proses pemecahan masalah  siswa dapat mepertimbangkan teknik prosedur mana yang digunakan dan menggunakan prosedur  tersebut dalam menyelesaikan masalah lain.  Siswa dapat mensketsa atau tidak menggunakan simbol sebelum mereka mengetahui prosedur formal dalam menyelesaikan sistem persamaan linier. Sebagi seorang guru, berikan ruangan bagi siswa auntuk berpikir tidak hanya satu cara dalam menyelesaikan masalah .
       D.   Gerakkan Pada Simbol
Berikan kesempatan kepada siswa dalam menyelesaikan masalah yang lebih kompleks, dalam menyelesaikannya, siswa dapat menggunakan grafik, tabel atau cara lain yang dapat menstimulasikan teknik secara sistematik dan digunakan secara global menemukan solusi masalah dan dalam hal ini guru sebagai pemecah masalah yang mengkaitkan jawaban siswa dengan pengalaman dan pemikirannya.
1.       Memberikan Masalah Lain
Masalah tersebut dapat lebih kompleks agar siswa lebih berfikir lagi dalam menemukan ide matematika menggunakan variabel.
2.       Tiket Masalah Misteri
Ini adalah masalah lain yang membuat siswa merepresentasikan ide simbolik dan mengeluarkan pemikiranya beberapa prinsip umum untuk menyelesaikan dua kombinasi sistem persamaan dua variabel. Sebagai seorang guru berusaha membangkitkan metode solusi paling tidak lebih dari satu  untuk menunjukkan bahwa tidak hanya satu cara dalam menyelesiakan satu soal yang dapat mendasai pengalaman mereka.
       E. Mendapat Keuntungan
Banyak siswa tidak mempelajari topik berdasarkan instruksi  ide matematika tetapi siswa  lebih banyak mengingat dan menggunakan ingatan pekerjaan matematika yang pernah mereka kerjakan. Padahal siswa membutuhkan sesuatu yang lebih, mereka membutuhkan berpikir lebih dalam, keputusan dalam menjawab, alasan, dan memeriksanya sehingga siswa percaya bahwa pembelajaran matematika melibatkan pembelajaran cara bepikir yang mementingkan ide matematika dan melihat matematika sebagai sesuatu yang mereka dapat dan ingin kerjakan.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lomba Blog HUT Bank Mandiri

Lomba Blog Speedy Monitoring