REFLEKSI FILSAFAT MATEMATIKA



"ADA DAN MUNGKIN ADA"

Terinspirasi pada Kuliah Filsafat Pendidikan Matematika oleh Pak Marsigit,
tanggal 15 Otober 2014 pukul 09.00-10.40 WIB

Oleh :
Gamarina Isti Ratnasari/11313244002/Pendidikan Matematika 2011/gamarina.blogspot.com

1.    Keyakinan yang mempengaruhi filsafat atau filsafat yang mempengaruhi keyakinan?
Jangan sampai filsafat menggerogoti atau mengurangi kadar keyakinan. Seharusnya keyakinan yang mempengaruhi filsafat. Karena filsafat itu merupakan pola pikir.  Filsafat tergantung ruang , waktu dan spiritualnya. Spiritual yag berbeda akan menghasilkan filsafat yang berbeda. Contoh lain: jangan sampai matematikamu mengurangi kadar keyakinan mu, tetapi harus sebaliknya.
2.    Di mana letak tidak ada dalam filsafat?
Dalam filsafat tidak ada adalah ada, tidak ada menjadi penyebab ada yang lain hanya berbeda ruang dan waktu. Contoh : Terdapat undangan Arisan, tidak jadi datang ke Arisan karena harus pergi ke pasar. Dari sisi tempat arisan kita tidak ada tetapi dari sisi Pasar kita ada. Jadi tidak ada menjadi penyebab ada yang lain. Kevakuman komunikasi menjadi ada, artinya komunikasi ada, tidak ada komunikasi juga ada. Tidak adanya komunikasi dapat meregakan ketegangan setelah bebrapa saat terjadi komunikasi lagi.
3.    Bagaimana ikhlas belajar, pikiran, bertakwa?
Ikhlas terjadi ketika tidak dikatakan dan diucakan karena ikhlas mencapai ranah spiritual dan tergantung janjinya. Ikhlas tergantung pada tataran dunia yang disebut multitafsir, tetapi bila tataran dunia disebut tafsir satu. Manusia tidak tahu taraf ikhlasnya karena hanya memenuhi rukun ikhlas untuk mencapai keikhlasan. Karena Yang Maha Mengerti adalah Tuhan. Keikhlasan kita  tidak mengaku "aku". Keikhlasan dalam urusan dunia saat dipikirkan sesuai dengan usaha, hak dan kewajiban. Ikhlas dalam belajar yaitu sebenar-benarnya belajar,  mengadakan yang mungkin ada. Selain itu, dengan mensyukuri kenikmatan Tuhan yaitu dari yang ada dan mungkin ada.
4.    Contoh yang ada dan yang mungkin ada:
Ketika saya memikirkan nama adik saya tetapi sebelumnya Anda tidak tahu, dalam hal ini ketidak tahuan nama adik saya pada Anda dinamakan yang mungkin ada, tetapi ketika saya telah mengucapkan nama adik saya maka nama Adik saya sudah ada dalam pikiran Anda.
5.    Apa yang dalam pikiran dan luar pikiran?
Filsafat bisa dalam pikiran dan luar pikiran. Yang ada dalam pikiran dinamakan idealis tokohnya Plato sedangkan di luar pikiran disebut realis tokohnya Aristoteles.
6.    Apakah ketenangan ada padahal manusia bersifat kontradiktif?
Saat kita melihat merupakan kualitas satu. Terdapat dua prinsip dalam dunia yaitu prinsip identitas dan prinsip kontrdiksi dengan tokoh Imanuel Kant. Pada prinsip identitas maka subjek sama dengan subjek. Contohnya matematika yang dalam pikiranmu. Ketika filsafat sensitif pada ruang dan waktu maka aku tidak sama dengan aku. Di dunia tidak akan sama subjek dengan subjek dan subjek tidak sama dengan predikat. Contoh jilbab biru artinya jilbab tidak sama dengan biru. Saat melihat jilbab itu merupakan Kualitas 1, apa yang ada di balik jilbab biru seperti "Membeli di mana?, arganya berapa?" itu merupakan Kualitas 2, 3, … dst.
Saat mencari ilmu sebaiknya terjadi kontradiktif, jangan hanya mengiyakan tetapi dicari penyebab dan solusi.  Apabila tenang-tenang saja berarti terancam kematian dalam pikiran. 
7.    Bagaiman hakikat hidup manusia?
Manusia menemukan hakikat hidup dengan berbagai cara,dari berpikiran, intuitif, atau dari dalil dan aksioma. Hidup di dunia tidak sempurna, dalil merupakan hal yang benar karena tergantung ruang dan waktu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lomba Blog HUT Bank Mandiri

Lomba Blog Speedy Monitoring