Lomba Blog Air Pureit
Pureit Solusi Aman, Nyaman, dan
Ekonomis, Kemurnian Air di Gunung Kidul Yogyakarta
Gunungkidul
merupakan kabupaten di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang beribukota di Wonosari,
sekitar 39 km sebelah tenggara Kota Yogyakarta. Secara geografis Gunungkidul
berada pada 7°46′ LS-8°09′ LS dan 110°21′ BT-110°50′ BT, dengan luas wilayah
1.485,36 km2 atau sekitar 46,63 % dari luas wilayah Provinsi Daerah Istimewa
Yogyakarta. Gunungkidul termasuk daerah beriklim tropis, daerah kawasan
perbukitan Karst, goa-goa alam dan
sungai bawah tanah yang mengalir. Berikut kondisi klimatologi Gunungkidul
secara umum:
a.
Kabupaten
ini dikelilingi perbukitan karst dan memiliki curah hujan rata-rata 115 hari
per tahun, atau kurang dari separuhnya.
b.
Curah
hujan rata-rata pada tahun 2010 sebesar 1.200 mm/tahun dengan jumlah hari hujan
rata-rata 103 hari/ tahun. Bulan basah 7 bulan, sedangkan bulan kering berkisar
5 bulan. Suhu udara rata-rata harian 27,7° C, Suhu minimum 23,2°C dan suhu
maksimum 32,4°C.
c.
Kelembaban
nisbi berkisar antara 80 % – 85 %, tidak terlalu dipengaruhi oleh tinggi
tempat, tetapi lebih dipengaruhi oleh musim.
Selain
perbuktan Karst, goa dan pantainya yang terkenal, Gunung Kidul juga terkenal
dengan wilayah yang kesulitan mencari air
bersih apalagi pada musim kemarau berkepanjangan. Kondisi geografi
Gunungkidul yang berbukit-bukit menyebabkan penyediaan sarana dan
prasarana air bersih menjadi
hambatan utama. Pemerintah Gunung Kidul telah melakukan berbagai cara untuk
mencukupi kebutuhan air bersih bagi
masyarakat, antara lain dengan memanfaatkan sumber air bawah tanah,
menganggarkan dana APBD untuk pemenuhan kebutuhan air bersih, gerakan penanaman pohon sebanyak 1 juta lebih sebagai
bagian dari pemulihan vegetasi hutan, dan yang terbaru pemasangan pompa surya
yang dibangun oleh Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta bersama Kementerian
Riset dan Teknologi (Kemenristek). Selain itu untuk memenuhi kebutuhan air bersih, masyarakat Gunungkidul
membeli air bersih dari perusahaan
swasta melalui tangki air, satu tangki berisi 5.000 liter dengan harga
Rp80 ribu.
Menurut
saya, solusi penyediaan air di
Gunung Kidul adalah dengan pembangunan waduk, agar saat musim hujan terdapat
tempat penampungan air sehingga saat
musim kemarau masyarakat dapat menggunakan airdalam waduk. Sebenarnya Gunungkidul memiliki air berlimpah, tapi jauh di bawah tanah, di dalam perut bumi.
Secara geologis Gunungkidul terbentuk dari pegunungan kapur (karst), di mana air permukaan meresap jauh ke dalam
tanah dan membentuk sungai-sungai bawah tanah yang mengalir deras ke laut.
Sehingga tidak salah air di Gunung
Kidul mengandung kapur. Air yang
mengandung kapur tidak baik dalam tubuh karena dapat mengendap di ureter
(saluran kencing) dan menyebabkan penyakit batu ginjal. Oleh karena itu sebelum
air diminum, perlu adanya pemurnian air yang dapat menghilangkan bakteri
dan kandungan yang tidak baik untuk tubuh. Solusinya adalah menggunakan Pureit. Pureit adalah alat pemurni air
yang menggunakan teknologi baru dan canggih agar air aman dari
kuman dan bakteri untuk dikonsumsi tanpa menggunakan listrik dan gas. Pureit merupakan produk dari Unilever yang dikembangkan oleh tim
beranggotakan 100 peneliti internasional dari pusat Riset Unilever di berbagai
penjuru dunia. Berdasarkan
riset pasar global yang dilakukan oleh Verify Markets dari USA (2011), pureit berhasil menjadi penjualan
terbesar di dunia untuk kategori sistem pengolahan air minum dalam rumah.
Saat
menggunakan Pureit, masyarakat tidak
perlu memasak air
tanah/PAM terlebih dahulu, karena Pureit memiliki 4 tahap proses pemurnian yang dapat membunuh
semua kuman dan bakteri berbahaya dalam air
minum. Kinerja Pureit memenuhi
kriteria badan pengawas terketat di Amerika, Environmental Protection Agency.
Kinerja Pureit juga telah diuji coba
oleh lembaga ilmu pengetahuan terkemuka dan lembaga kesehatan di Eropa dan Amerika Serikat. Pemurni airPureit didesain bertahan selama 5
tahun karena Pureit dibuat dari
material yang dapat bertahan lama dengan
memakai bahan plastik yang aman. Harganya pun murah hanya Rp. 550.000,00. Pureit dapat menghilangkan bahan-bahan
seperti minyak dan tanah, lempung, kotoran, hewan yang membusuk dan limbah
pabrik, dan kandungan pestisida yang berbahaya dan oleh karena itu dapat
memperbaiki rasa air.
Begitu lengkapnya kelebihan Pureit sehingga masyarakat Gunung Kidul dapat menggunakan Pureit sebagai solusi untuk tidak ragu
menggunakan sumber air tanah Gunung
Kidul yang mengandung Kapur karena saat masyarakat menggunakan Pureit semua bakteri, kuman dan bahan
berbahaya tidak akan lolos dari pemurnian Pureit.
Berikut saya membuat perhitungan matematika yang menunjukkan bahwa Pureit murah, sesuai
dengan slogannya cara
mudah, praktis dan dengan harga yang terjangkau untuk mendapatkan air minum
yang terlindungi dari kuman berbahaya:
Menurut Margaret Puspitarini(2012) harga pembelian satu tangki air di Gunung Kidul berisi 5.000 liter seharga Rp80 ribu dan harga Pureit di pasaran Rp. 550.000,00 yang didesain bertahan selama 5 tahun ( 1825 hari). Rata-rata konsumsi air minum di rumah tangga 25 liter/hari.
1 liter = Rp. 16,00 ( Rp. 80.000,00/5000 liter)
5 tahun = 1825 hari x Rp. 16,00 x 25 liter = Rp.
730.000,00
5 tahun = Rp. 550.000,00 dengan penggunaan per hari 25
liter.
=
Rp. 730.000,00 - Rp. 550.000,00 = Rp. 180.000,00
Dari data di atas dapat disimpulkan dari segi ekonomi Pureit lebih menguntungkan karena bila
Anda menggunakan Pureit Anda akan
berhemat Rp. 180.000,00 selama 5 tahun, apalagi kita tidak tahu di masa yang
akan datang harga air per liter,
siapa tahu terjadi kenaikan sehinga akan semakin memberi beban kepada
masyarakat. Selain itu dari segi kesehatan Pureit tidak diragukan, lebih aman
dan mudah dalam menggunakan sehingga kita tidak perlu repot-repot memasak air tanah/PAM.
REFERENSI
Ilham, Fajar dan E.S Dalimunthe. 2011. Penghijauan dan Penyediaan Air di Gunung Kidul. http://www.setkab.go.id/pro-rakyat-5159-penghijauan-dan-penyediaan-air-di-gunung-kidul.html.
Diunduh tanggal 26 Desember 2012
Puspitarini, Margaret. 2012. Atasi Kesulitan Air,
UGM-Kemenristek Pasang Pompa Surya. http://kampus.okezone.com/read/2012/07/18/373/664975/atasi-kesulitan-air-ugm-kemenristek-pasang-pompa-surya.
Diunduh tanggal 26 Desember 2012
Sinta, Febriana. 2012. Belasan Kecamatan di Gunung Kidul
Kesulitan Air Belasan
Kecamatan di Gunung Kidul Kesulitan Air . http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/nusantara/09/07/30/65758-ribuan-masyarakat-gunungkidul-sudah-kesulitan-air-bersih
blog pure it//. Diunduh tanggal 26 Desember
2012
Komentar
Posting Komentar